Senin, 03 Oktober 2011

analisi permasalahan belajar pembelajaran

Model pembelajaran inovatif di era globalisasi ini menuntut guru untuk dapat menerapkan model-model inovatif tersebut, menurut saudara dapatkah model-model tersebut diimplementasikan dalam PBM sebagai tuntutan kurikulum dan tuntutan siswa agar termotivasi untuk belajar, jelaskan dan berikan contohnya!
Dapat.
Karena antara siswa dan guru akan terjadi interaksi positif yang tidak monoton. Selain itu model pembelajaran inovatif juga memang dirancang untuk menghadapi permasalahan belajar siswa di era globalisasi, dengan model tersebut suasana kelas menjadi lebih familiar dan tidak lagi hadir sebagai ruang penjara yang dijelajahi oleh teori, konsep dan tugas dari guru. Tetapi ruang kelas yang mampu menggali potensi siswa dan menjernihkan nalar pikir siswa dalam memahami dan mengaplikasikan kemampuannya untuk dirinya sendiri dan lingkungannya.
Tetapi jika model pembelajaran inovatif ini diterapkan pada suatu wilayah seperti Indonesia yang merupakan negara dengan bentuk kepulauan, model pembelajaran inovatif tersebut harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada dalam sekolah. Model pembelajaran inovatif yang diterapkan dengan meninggalkan metode ceramah dan memanfaatkan kemajuan iptek seperti komputer agar siswa tertarik dalam pembelajaran. Tetapi untuk sekolah yang prasarananya kurang, metode inovatif tersebut belum bisa diterapkan, melihat keadaan geografis negara Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau tentunya ada sebagian wilayah yang sudah dan belum tersentuh oleh kemajuan Iptek.
Jadi, metode pembelajaran inovatif belum bisa diterapkan secara merata di Indonesia.

Mengapa pendekatan dalam proses belajaran mengajar (PBM) sangat penting diaplikasikan kepada siswa, jelaskanlah dan berikan contohnya.
Karena, dalam kegiatan pembelajaran tentunya akan banyak terdapat permasalahan seperti didalam kelas terdapat berbagai macam karakteristik siswa yang berbeda,latar belakang belakang berbeda, dan permasalahan yang berbeda seperti, maslah ekonomi, pribadi, dan keluarga. Masalah ini bila tidak dapat mereka pecahkan dapat mengganggu proses pembelajaran sang anak, maka disinilah peran penting sang guru melakukan pendekatan kepada siswanya secara pribadi, agar siswa tersebut dapat lebih terbuka kepada guru tentang masalah yang sedang dihadapinya, dan gurupun harus senan tiasa membantu dalam pemecahan masalah tersebut. Oleh karena itu pendekatan sangat penting dilakukan untuk mewujudkan interaksi positif antara guru dengan siswa, sehingga menciptakan suasana kelas dan proses pembelajaran lebih familiar.
Contoh :    dari segi ekonomi, dengan melakukan pendekatan seorang guru akan mengetahui latar belakang ekonomi siswanya yang beragam. Dari sanalah guru dapat menyimpulkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, dan berusaha mencarikan solusi untuk permasalahan tersebut. Sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.

Kegiatan proses belajar mengajar yang berbasis kontruktivisme menuntut siswa untuk dapat belajar berfikir kritis, menemukan sendiri, mencari sendiri, dan menganalisis sendiri permasalahannya. Bagaimanakah cara seorang guru agar siswa mampu berbuat seperti itu, jelaskan dan berikan contohnya.
Konstruktivisme merupakan konsep-konsep yang dibina pada struktur kognitif seseorang, yang akan berkembang dan berubah apabila ia mendapat pengetahuan atau pengalaman yang baru.  Penekanan diberikan kepada siswa lebih dari pada guru. Hal ini karena siswalah yang berinteraksi dengan bahan dan peristiwa dan memperoleh pemahaman tentang bahan dan peristiwa tersebut. Implementasi pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran diwujudkan dalam bentuk pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center). Guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, sehingga siswa bekerja sama (cooperative learning). Didalam proses belajar mengajar yang berbasis kontruktivisme pengetahuan terbentuk berdasarkan keaktifan siswa itu sendiri dalam berhadapan dengan permasalahan, bahan, atau lingkungan yang baru. Hal ini berarti dalam membentuk pengetahuannya, siswa sendiri yang membentuknya. Untuk mencapai keseimbangan, struktur pengetahuan lama dimodifikasi untuk menampung serta menyesuaikan dengan pengalaman yang baru muncul tersebut. Terjadinya keseimbangan ini menunjukkan adanya  peningkatan intelektual.
Contoh : Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivisme. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar